Tentang Pulau Bidadari

Pulau Bidadari merupakan resort Pulau seribu yang sangat dekat yang berjarak sekitar hanya 15km dari Jakarta, dapat ditempuh 30 menit mendayagunakan speedboat dari Marina Ancol. memiliki cottage darat dan terapung yang berada diantara pepohonan maupun deburan ombak tepi pantai, view nelayan kisaran pulau bidadari memberikan nuansa nyaman, asri, ataupun menyatu dengan alam.
Berbagai fasilitas hiburan maupun kegiatan pantai dijual disini, mulai dari senam air, aktivitas outbound serta pagelaran ikan lumba-lumba, dan juga selalu banyak lagi. Di Pulau Bidadari juga terdapat Benteng Martello peninggalan Belanda dari seratus tahun kedalam 17, lokasi ini menciptakan lokasi hunting photo favorit. untuk melengkapi ziarah saudara di pulau bidadari dapat juga menuju pulau-pulau yang berdekatan, seakan-akan Pulau Onrust, Kahyangan dan Pulau Kelor. sabet segera paket promo tour Pulau Bidadari kami, serta jadikan wisata Pulau seribu agan menjadi salah satu tur impian

Cerita perjalana kedalam Pulau Bidadari kepulauan seribu Jakarta
Saat ego tiba di dermaga Marina Jaya Ancol , Jakarta, diwaktu selalu saja memerintahkan pukul 09.00. aku masih memiliki satu jam bagi keliling sekitar dermaga sambil menunggu keberangkatan kedalam tempat acara outing penyedia sungai ini, yaitu Pulau Bidadari.

Ini adalah kepergian gres beta ke Pulau Bidadari. enggak ratusan juta hal yang awak amati tentang Pulau Bidadari. bahkan ane sengaja kurang browsing kian mulanya via Internet, apakah ataupun seakan-akan apa di Pulau Bidadari itu. Biarlah semua membentuk kejutan, biar saya tidak titel cita-cita yang perguruan outing bengawan ini.

Pukul sepuluh kian beberapa menit gue sama-sama rombongan mulai diminta masuk kedalam kapal di dermaga 17. beta senang tatkala perahu distart lepas dari dermaga Marina Jaya Ancol, imbas tidak muncul lagi aroma kurang afdol yang mampir ke hidung saya. Saya berupaya menikmati hawa laut menerpa muka via ventilasi kapal yang frontal. dan juga ternyata pada dikurun waktu kurang dari 20 menit, kita-kita sudah tiba dermaga kecil Pulau Bidadari!

Rupanya, Pulau Bidadari ialah pulau yang amat tidak jauh dengan Teluk Jakarta di bandingkan pulau-pulau lain-lain di Kepulauan Seribu. sampai dari pantainya, gue masih bisa memperhatikan gedung-gedung perguruan di pesisir Teluk Jakarta.

Tiba di Pulau Bidadari saya melewati patung gadis sebelum masuk lobi resort. Inikah ‘bidadari’ ini? ana pernah mendengar, merek Pulau Bidadari diberikan konsekuensi para nelayan selamanya menikmati perempuan belanda yang cantik di pulau itu. Tentu saja perempuan itu diwaktu itu sudah tiada. tidak pula dikutuk membentuk patung . kausa lainnya dinamakan Pulau Bidadari, imbas supaya seirama dengan pulau-pulau lain-lain yang bernama Pulau Khayangan ataupun Pulau Putri. konsekuensi dulu, pulau itu telah dinamakan Pulau Sakit lantaran dijadikan rumah sakit anggota Jakarta yang sakit lepra.

Segelas minuman selamat datang saya habiskan sembari melihat embusan aliran udara laut Jawa. Apa saja yang bisa saya lakukan di pulau ini?

rendah tapi Komplet

Ada beberapa jenis cottage yang saya saksikan saat menapaki Pulau Bidadari. ada cottage standar, timbul yang untuk keluarga, muncul yang suite berjenis rumah panggung, sampai cottage terapung. Silakan seleksi bergantung selera dan anggaran basis. Saya sendiri menempati cottage biasa di sebelah barat pulau yang bisa ditempati empat orang. ataupun pantai di depannya dilarang rajin untuk berenang.
Setelah menyimpan ransel di kamar, beta pun mulai mengeksplorasi sekitar pulau. benar di depan cottage, saya memperhatikan dermaga kayu biasa yang menjorok ke pantai bahkan 50 meter. Lima umat sedang afdol memancing, nimbul pula yang meraih jala.

Sayangnya, pantai di sekitarnya sedangkan diserbu sampah. mencontoh aparat kebersihan yang sedang bekerja, sebelumnya dua era berturut-turut Jakarta diguyur hujan. Biasanya sampah yang tenggelam di sungai, bisa terbawa sampai pantai di Kepulauan Seribu. Dengan kondisi seperti ini, tak heran asalkan para pemancing kerap bersungut gondok akibat kailnya nyangkut di sampah plastik.

Saya kemudian menyusuri pantai mengelilingi Pulau Bidadari. lain-lain dari hutan bakau, guwe melihat beberapa tumbuhan tua yang lahir akademi di pulau itu. gak terbayangkan alangkah panasnya siang ini bila kurang nimbul pepohonan. Salah 1 pohon besar itu bernama tumbuhan Jodoh. Konon, pasangan yang bertempat di pantai bawah pohon Jodoh bakal awet hubungannya. kurang heran kalau berjuta-juta pasangan calon pengantin terlihat penjepretan pre-wedding di bawah pohon Jodoh.
Sekitar 50 meter dari pohon Jodoh, saya menemukan reruntuhan bangunan tua yang sekolah tinggi. seakan-akan asumsi saya, bangunan itu dulunya merupakan sejenis menara bernama Menara Martello. bukti riwayat wasiat abad VOC itu dibangun didalam tahun 1850, serta hancur imbas gelombang Tidal letusan Gunung Kraktau pada 1883. Anehnya, bahkan kini belum ditemukan letak pintu masuknya. akan tetapi andai saja kami butuh melihat dalamnya maupun foto-foto disediakan tangga kayu.

Saya menaiki tangga ke menara itu, menyaksikan dari ketinggian kedalam didalam menara, setelah itu menuruni tangga berkeliling menara. gue berupaya membayangkan aktifitas yang dilakukan orang-orang Belanda waktu menara itu senantiasa berdiri lengkap. lumayan membuat bulu kuduk berdiri.

Setelah puas mengambil foto, guwe balik melanjutkan keliling pulau. tak tidak dekat dari menara, saya menyaksikan seekor biawak berjalan di antar rerumputan. Wow! memikat satu kali bisa melihat biawak berangka besar. Sekilas, guwe seakan-akan melihat seekor komodo.

saat meneruskan balik keliling, ego menonton pula sejenis zona setengah tertutup di pinggir pantai istimewa untuk atraksi lumba-lumba. Bahkan, pengunjung bisa berenang dengan lumba-lumba. namun dampak sedang tidak dibuka, ego cuman bisa mengintip lumba-lumba dari balik pagar penutup, lalu berjalan bahkan akhirnya hingga ke cottage tempat ego menginap.

Ternyata enggak hingga 30 menit bagi mengelilingi Pulau Bidadari. Relatif kecil, namun lengkap fasilitasnya. Sore harinya beta main volley pantai, tenis meja, bersepeda, serta aneka permainan lainnya hingga tidak terasa senja tiba. namun saya tak beruntung, pemandangan wilayah matahari hanyut yang ingin aku abadikan gak seindah yang awak bayangkan, karena dingin di garis cakrawala.
Pulau kelor

Pagi-pagi 1 kali aku kembali kedalam pantai sebelah timur. Sasarannya ialah mencegat matahari tumbuh maupun memotretnya. akan tetapi lagi-lagi teduh menghalangi cahaya mentari. Akhirnya, ego serta teman-teman hanya bermain di pantai yang kerap bersih dari sampah.

Matahari meninggi perlahan, awak lihat teman-teman mulai bersiap main pagelaran pantai seakan-akan banana boat serta donut boat. dampak terpaksa antre, beta mengecek opsi pilihan lainnya mengisi cuti di Pulau Bidadari itu.
hamba kelak bayangkan percakapan dengan oknum penjaga toilet di dermaga Marina. biaya tinggi speed boat ke Pulau Bidadari per manusia ialah Rp 300.000 PP tanpa menginap (termasuk makan siang, minuman selamat datang, serta fiskal). tapi Dedi, pegawai negeri toilet itu mengatakan, jika mau memangkas bisa saja tinggi kapal kayu. Harganya bisa setengah dari sekolah tinggi speed boat.

Karena penasaran, akhirnya ana memutuskan mencoba tinggi kapal kayu. bukan kembali ke dermaga Marina, bakal tetapi keliling kedalam pulau-pulau terdekat dengan Pulau Bidadari. Ternyata untuk paket keliling kedalam 3 pulau, harganya relatif murah per orang Rp.50.000. Meski enggak semodern speed boat, sebab ombak sekitar Pulau Bidadari tak seberapa tinggi, langgeng berasa nyaman.
Sayang banget jika sudah sampai Pulau Bidadari, akan tetapi tidak datang pulau-pulau lainnya. maupun tujuan pertama lawat kapal kayu adalah kedalam Pulau Kelor yang cuma kisaran 15 menit dari Pulau Bidadari. Perjalanannya sih sebentar, akan tetapi disaat hendak lompat kedalam dermaga pulau yang agak sulit imbas air sedangkan surut.

Pulau Kelor itu benar-benar membentuk dunia selebar daun kelor. Dari belakang pulau, kita-kita bisa melihat buntut lain. Yang menarik, dari laut kita bisa menyaksikan sebangsa bangunan konvensional yang berdiri tinggi di Pulau Kelor. kian sekolah tinggi dari Menara Martello.

Sepanjang sisi pulau berjajar pemancing, bagus nelayan maupun wistawan. hingga aku menikmati rombongan remaja yang mendirikan tenda dengan kotoran eks memasak mie instan bekas semalam di depannya. Duh, sayang banget, pulau elok begini dikotori.

Padahal Pulau kelor mempunyai obyek rekreasi riwayat yang menarik, yakni benteng Martello yang dibangun VOC pada abad 17. Benteng ini terbuat dari batu merah dan juga berwujud silinder biar senjata bisa bermanuver 360 kehormatan. Benteng ini selamanya berhubungan dengan Menara Martello di Pulau Bidadari.
Yang patut disesalkan, benteng ini amat banyak 1 kali dikotori para nelayan maupun wistawan yang nongkrong. sampai ane menonton beberapa kolor digantung ditembok yang dipaku. itu Pulau Kelor atau Pulau Kolor ya?

Saya merasa beruntung sering bisa menikmati ataupun mengalami sedikit keindahan Pulau Kelor dengan bentengnya. jangan-jangan kurang berapa kuno lagi benteng itu bakal benar-benar ambruk dan pulaunya akan hanyut akibat gak dirawat dan juga juga abrasi.

Merinding di Pulau Onrust

Setiap kali berada di obyek darmawisata riwayat wasiat Hindia Belanda, awet kali saya merasakan kondisi gaib. mungkin bagi manusia lain-lain ini melalui sampai. akan tetapi demikianlah yang beta alami, tercakup saat berikutnya menginjak Pulau Onrust.

Begitu menginjak dermaga dikit di Pulau Onrust kemudian berjalan melewati bangunan menara pengawas yang juga berguna sebagai loket masuk, beta merasa angin yang bertiup menerpa tampang guwe berbeda dengan diwaktu menuju pulau-pulau di sekitarnya.
Sebuah monumen batu besar kurang menciptakan saya tergeleng-geleng berfoto-foto seakan-akan teman-teman ana lain-lain. ana malah butuh terus-menerus berjalan, menikmati puing-puing di sela-sela pepohonan yang tumbuh di depan hamba. Bau getah, sirkulasi udara laut siang hari yang lembap, serta daun-daun yang berguguran menemani saya masuk kedalam sejenis museum dikit. ketika menikmati pecahan puing, koin-koin tua, serta diorama Pulau Onrust ketika doeloe hamba merasa Deja Vu. Rasanya sudah menyaksikan semuanya.

Lalu, desau hawa yang masuk ke lingkungan seolah mengenakan ane balik melanjutkan perjalanan. awak pun melanjutkan menapaki jalan besar setapak yang dihiasi dedaunan yang diawali membusuk, juga lelehan getah dari pepohonan tua.
Saya terdiam beberapa menit diwaktu menikmati tonggak-tonggak tua, dan juga juga dinding penangkal tikus. pada 1911-1930 Pulau Onrust dijadikan tempat karantina haji oleh pemimpin Hindia Belanda. Konon sekaligus cuci otak agar manusia-manusia itu enggak bersatu menentang Hindia Belanda. beta membayangkan ribuan manusia berdesakan di sana, menunggu tatkala pemberangkatan haji yang memakan dikala berbulan-bulan dengan kapal laut. Berapa persenkah yang akhirnya kembali?
Lepas dari sisa-sisa bangsal karantina haji, ane menonton satu rujukan bangunan, yang konon disematkan bagi mengadu tahanan. Terbayang badan-badan kurus dan korengan diadu . Sungguh, beta tak terpukau berlama-lama di sana.

Langkah saya pun datang komplek pemakaman dengan kuburan berkuantitas besar, bahkan nisan-nisannya pun membentuk guwe tercengang. Makam yang dimulai lapuk di makan usia, tetap menyisakan batu-batu nisan empunya kuburan itu. apabila ane ingin tenang 5 menit saja di antar kuburan itu, beta normalnya bisa mendengar suara-suara ambigu. akan tetapi teman-teman aku diawali mengambil saya, membikin rumit konsentrasi.

Akhirnya ane melihat pemakaman lainnya. Pemakaman muslim, yang ukurannya kian kecil. Beberapa di antaranya ialah makam para pemberontak yang terlibat pada kabar Kapal Tujuh dalam 1940. Lalu, ego menemukan satu contoh bangunan kayu yang menaungi makam keramat pemberontak DI/TII. enggak didefinisikan sebutannya. Konon, di sanalah Karto Suwiryo dimakamkan. Ada beberapa sesajen tergeletak di dekatnya. Aura gaib kian erat disaat melongok kedalam dalamnya.

Saya balik berjalan memutar. menyaksikan sisa-sisa reruntuhan rumah sakit karantina yang didirikan setelah Indonesia merdeka sampai 1960. guwe membayangkan siksaan pasien di rumah sakit itu. Terasing. tidak dekat dari keluarganya, bertambah berat bandrol ketimbang penyakitnya sendiri.

Rasanya guwe kurang ingin memfoto apapun di sana. saya kurang butuh menyimpan nostalgia mistis dari Pulau Onrust yang pas bagi penyuka rekreasi riwayat ini.

Dan hari semakin siang, saya maupun teman-teman memutuskan kembali kedalam Pulau Bidadari yang asri maupun hening. proposal pemotret perahu untuk mampir ke Pulau Khayangan kita-kita tolak bersama. enggak apa-apa, kite-kite harus segera cek-out kembali mendatangi dermaga Marina Ancol.

Habis Berapa?

Kira-kira finis berapa bagi menginap di Pulau Bidadari? ganjaran ana dibayari perusahaan, saya tidak tahu menahu soal imbalan. seharusnya frontal kunjungi web resminya. mengkuatirkan berubah-ubah.
Jika butuh membeli oleh-oleh, di Pulau Bidadari ditawarkan beberapa cendera mata, distart dari motif dari dari kerang, topi, kaos, sampai celana berlogo Pulau Bidadari. Harganya rata-rata sering saja di bawah Rp100.000. ane sengaja membeli celana pantai untuk darah daging saya.
Wisata indah di Pulau Bidadari kepulauan seribu jakarta
Pulau Bidadari, Pulau Seribu salah 1 pulau yang keren di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu yang bertempat di antar gugusan Pulau Onrust, Pulau Khayangan maupun juga Pulau Kelor dimana Pulau tersebut telah digunakan oleh pemerintahan VOC sejenis tempat berlabuh sebelum mendatangi Jakarta dan juga juga tempat bagi mendirikan benteng pertahanan bagi merawat Jakarta.
Seperti halnya Pulau Sepa, pulau ayer, Pulau Putri ataupun beberapa Pulau Lainnya, kali itu Pulau Bidadari, Pulau Seribu telah dikelolah dan juga dikembangkan sesosok wilayah rekreasi Bahari saat tahun 1970 atas perkenan gubernur Ali Sadikin, Menyusuri Keindahan tur Pulau Bidadari adalah acara napak tilas sejarah yang mengasyikkan. di sela – sela rimbunnya pepohonan, mata kite-kite akan terpaku pada sejenis runtuhan bangunan tua yang tampak kokoh, yakni Benteng Martello yang ratusan tahun selanjutnya berdiri megah di tengah Pulau Bidadari, Pulau yang mempunyai biaya riwayat di sepuluh dasawarsa lampau, konon benteng ini dahulu berfungsi sesosok sarana pengawasan untuk menggunakan pertahanan dari serangan jahat. awalnya juga insan Ambon dan Belanda pernah tinggal di pulau ini.
Perjalanan mendatangi Pulau Bidadari, Pulau Seribu tidaklah ingin waktu lama, lokasinya cukup tidak jauh dari Jakarta dan cuma 15 kilometer atau 20 menit perjalanan dengan speedboat dari dermaga 17 Pantai marina ancol-Jakarta yang disediakan oleh dedengkot darmawisata Pulau Bidadari. bagi agenda keberangkatannya sendiri merupakan jam 09.00 pagi pada masa alami dengan kepulangan jam 15.00 sore, dalam masa Sabtu, ahad atau hari libur kapal awet berangkat jam 09.00 pagi namun bagi kepulangan diadakan membikin 2 kali, jam 14.00 siang dan jam 16.00 sore.
Setibanya di dermaga Pulau Bidadari, Pulau Seribu Patung Sang nanduk Tujuh Belas yang sedang mencungkil kakinya maupun nada puisi yang tertulis di bawah patung berbunyi,”Singa Beraung dihutan-hutan, Hiu berteriak, ane raja dilautan, maupun rajawali, Bebas terbang akademi di awan, gue hanyalah penjaga kepulauan – sayang persahabatan, cinta perdamaian, cinta ketenangan, Dan sayang keindahan” seakan menyambut kedatangan para masyarakat. Sesaat setelah wisatawan memahami tulisan Puisi tersebut, welcome drink pun siap sedia diujung meja yang terletak di samping meja resepsionis dengan beberapa petugas yang pernah siap sedia melayani segala keperluan para visitor. Beberapa sebaran terpajang di meja front Office yang ensiklopedis berisi tentang pulau itu memudahkan turis sama dengan arahan bagi yang ingin berkeliling melihat asrinya pulau. Saat berkeliling mengitari pulau, tampil beberapa bungalow yang enggak paling besar, namun sangat adem dan juga asri. agak setiap sudut daratan tumbuh tanaman Keben maupun beberapa tumbuhan lain-lain yang betul-betul subur. terus berjalan kedalam dalam kite-kite akan menemukan satu hal Benteng dengan nama Martello yang selalu terlihat sisa-sisa keperkasaannya. Bangunan itu berupa bundar dengan coreng tengah 23 meter ataupun tebal dinding 2,50 meter. didalam dinding itu ada urutan jendela-jendela besar ataupun juga kecil. Pada bagian dalam bangunan itu terdapat tujuh kawasan tegel asas yang dipisah-pisahkan dengan skat tembok bata. salah satu wilayah yag tertutup berguna bermacam tempat penyimpanan amunisi. pada babak tengahnya timbul satu hal dinding lingkaran lagi yang berfungsi sejenis tempat penyimpanan cairan murni untuk keinginan minum ataupun juga memasak bagi para tentara yang sedang berjaga. hal ini dibuktikan dengan adanya lubang-lubang penyangga balok tehel. Ruangan-ruangan dalam keramik dua timbul tujuh buah. kemungkinan daerah dilantai dua itu berfungsi sebentuk daerah tidur beserta tempat pengintaian.
Setelah empuk mengelilingi Pulau Bidadari, Pulau Seribu dan timbang raup dan tafsir lapar bercampur berbesar hati jadi satu. Maka di sebelah kiri awal office sudah siap hidangan makanan dengan Menu nasi dan juga lauk pauk inklusif ataupun hidangan akhir kata yang mengundang selera disediakan oleh restaurant untuk wisatawan nikmati,
Pulau Bidadari, Pulau Seribu Masuk didalam daerah Kelurahan rezeki Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih, prasasti, benteng Martello ataupun meriamnya adalah keindahan kawasan serta berhistory. Pulau Bidadari juga ambil bagian mengelola keabadian alam, makin dari 60 persen wilayah Pulau Bidadari terdiri atas tanaman-tanaman jarang seperti pohon perdamaian (baringtonia exelsa), tanaman kepuh, tumbuhan sentigi (pempis acidula), pohon kayu hitam (diospyros maritama), tumbuhan glodokan, beberapa tanaman buah, ataupun juga rimba mangrove yang terawat dengan bagus. Pantainya yang muncul makin murni ataupun makin bening, pemandangan laut biru, diterpa falsafah ozon laut yang sepoi-sepoi adalah hal yang betul-betul menyenangkan bisa dinikmati sambil Duduk-duduk dikursi yang mendekati pantai yang ada disisi pantai. kawasan berpasir putih yang luas ataupun dingin dikarenakan adanya beberapa tanaman besar dengan dedaunan yang rindam paling penting di samping restauran ataupun di depan panggung sungguh cocok difungsikan oleh wisatawan yang hadir secara berkelompok untuk mendayagunakan beberapa acara permainan serupa fun games atau outbound.

Terlihat beberapa bungalow yang tidak paling besar di Pulau Bidadari, Pulau Seribu namun amat adem dan asri pantainya yang berpasir putih serta air laut yang jernih. timbul 49 cottage terapung berwujud rumah panggung di atas cairan ataupun yang di darat berada di antara pepohonan yang menghadap ke laut terdiri dari type Standard, type Family dan type Suite
• Untuk Cottage Standard yang di miliki Pulau Bidadari, Pulau Seribu itu posisinya berlokasi didarat dengan atap berbentuk kopel (berderet) berangka 23 blok terdiri dari :
• 2 daerah “ Cottage final kuning “
• 2 provinsi “ Cottage duri – duri “ di Nomor satu serta Nomor 3
• 3 elemen “ Cottage Gabus “ dari Nomor 1-3,
• 4 daerah “ Cottage Baronang “ dari Nomor 1-4,
• 6 bagian “ Cottage Cendro “ dari Nomor 1-6,
• 6 unit “ Cottage Alu – Alu “ dari Nomor 1-6,
fasilitas yang nimbul di didalam kamar terdiri dari :
• AC, TV, Teras, Bathroom with shower, Mineral water, bedroom with 2 double bed,
• untuk Quard Share 1 Cottage bisa diisi untuk 4 umat dan untuk Twin Share satu Cottage bisa buat 2 orang.
• Rata –rata cottage standard itu bernilai untuk 4 umat dan juga maksimal kuantitas bagi 5 orang.
• Untuk Cottage Family yang di miliki Pulau Bidadari, Pulau Seribu ini posisinya nimbul yang berada didarat dan muncul yang di atas laut / floating cottage dengan total cottage berjumlah 21 unit terdiri dari :
• 2 daerah “ Cottage Duri – Duri “ di nomor satu & nomor 4
• 4 front “ Cottage Camar
• 6 unit “ Cottage sejenis burung “ dari Nomor 1-6,
• 1 area “ Cottage Mutiara “ posisi di atas cairan laut / Floating cottage
• 3 elemen “ Cottage Bintang Laut “ posisi di atas air laut / Floating cottage
• 4 basis “ Cottage Rajungan “ peringkat di atas air laut / Floating cottage
fasilitas yang ada di didalam kamar terdiri dari :
• AC, TV, Teras, Bathroom with shower, Mineral water, bedroom with 2 double bed
• untuk Quard Share satu Cottage bisa diisi bagi 4 orang dan untuk Twin Share 1 Cottage bisa buat 2 orang.
• Rata –rata cottage standard ini bervolume bagi 4 orang maupun maksimal takaran untuk 5 orang.
• Cottage terakhir yang di miliki Pulau Bidadari, Pulau Seribu ialah cottage Suite berjumlah tiga elemen dan bagi Suite family berjumlah tiga front dimana cottage tersebut posisinya bertempat didarat, yaitu bernama:
• 1 kawasan type cottage “ suite Goranggo “
• 2 area type cottage “ suite Bangau “
• 1 unit type cottage “ family suite Goranggo “
• 1 unit type cottage “ family suite “Bangau “
fasilitas yang timbul di dalam kamar terdiri dari :
• AC, TV, Teras, Bathroom with shower, Mineral water, bedroom with 2 double bed
• Untuk Quard Share 1 Cottage bisa diisi untuk 4 masyarakat serta bagi Twin Share 1 Cottage bisa buat 2 orang.
• Rata –rata cottage standard itu berkapasitas bagi 4 orang dan juga juga optimal ukuran untuk 5 orang.
bungalow-bungalow di Pulau Bidadari, Pulau Seribu tampil adem dan juga asri, ganjaran hampir di setiap sudut daratan Pulau Bidadari tumbuh tanaman Keben ataupun beberapa tanaman lain yang tampil amatlah subur. Kursi kayu yang timbul di tepi pantai cocok untuk sunbathing sambil melihat Matahari terbenam maupun bercengkrama, membangkitkan aura romantis serta dikenang. wilayah berpasir putih yang luas dan dingin karena adanya beberapa pohon besar dengan dedaunan yang rindam paling penting betul-betul cocok difungsikan oleh wisatawan yang hadir secara berkelompok untuk masang beberapa kegiatan permainan sejenis fun games atauoutbound.
Fasilitas lain-lain yang timbul di Pulau Bidadari, Pulau Seribu yaitu >> timbul Water gerak badan ( jetsky, banana boat, canoe, ataupun generator pancing) empang ranang, karaoke, games, meeting room, restaurant, souvenir shop, bar, volley beach, serta tenis meja.

Ulasan Pulau Bidadari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *